Steve Jobs

"Sometimes life hits you in the head with a brick, Don't lose faith."

Avril Lavigne

"Life is like a roller coaster, Live it, Be happy, Enjoy life"

Tom Cruise

"I always look for a challenge, And sometimes that's different."

Michael Jackson

"The greates education in the world is watching the master at work"

Hayley Williams

"Sometimes it takes a good fall, To really know where you stand."

Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Lingkaran Kecil

 Lingkaran Kecil

         Semua berawal dari sesuatu yang kecil, hikmahku hari ini, betapa dari sebuah "lingkaran kecil" mampu memberiku hikmah2 besar dalam hidup..disana semuanya adalah tentang bagaimana kita belajar,

      Belajar bersyukur meski tak cukup, belajar memahami meski kadang tak sehati, belajar memberikan pundak untuk saling meringankan beban, belajar merelakan telinga untuk sekedar mendengarkan curahan hati, belajar mencari solusi untuk masalah yang kerap menghampiri, belajar menyunggingkan senyum meski terkadang hati sedang menangis, belajar mengokohkan lutut meski terkadang masih bergetar untuk diajak berlari, belajar menyeka air mata saudara meski terkadang air mata yg jatuh dari mata kita lebih banyak, belajar mengukir asa meski selalu  dibayangi keterbatasan,

     Disanalah..awalku belajar menjadi pribadi yang kuat mengemban amanah langit yang dititipkan kepada kita, sebagai seorang manusia...

-Citra Dwi Mutiara-

Kemurnian Cinta adalah tentang Dakwah

Atas dasar kemurnian kita berkata cinta
karena bukan apa siapa dan bagaimana
tapi luruskanlah dalam wangi surga
karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta..




Jika engkau cinta maka dakwah adalah FAHAM
Mengerti tentang Islam,
Risalah Anbiya dan warisan ulama Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra


Jika engkau cinta maka dakwah adalah IKHLAS
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya, Seperti Kata Abul Anbiya
“Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”


Jika engkau cinta maka dakwah adalah AMAL
membangun kejayaan ummat bila dan di mana saja berada
yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Tingkatkan kerja secara tertib untuk mencapai nusrah dari Allah
 
Jika engkau cinta maka dakwah adalah JIHAD
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimah Allah rendahkan kalimah syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangku tangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAAT
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah


Jika engkau cinta maka dakwah adalah TADHHIYAH
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap titisan keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah THABAT,
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAJARRUD
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya sampingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah TSIQOH
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah


Jika engkau cinta maka dakwah adalah UKHUWAH
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Salamatus Shodri merupakan syarat terendahnya,Itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah, saling berjanji untuk menolong syariat-Nya




-Citra Dwi Mutiara-
#membuka kembali kutipan lama, mencoba merefleksi momentum 11 April 2 tahun lalu..

Eksplorasi Makna Ukhuwah

Dia adalah tautan rasa kepemilikan atas darah, jiwa, cinta, empati, ideologi, sejarah, prinsip, ‘aqidah. Kemudian beberapa menganalogikannya sebagai kerinduan untuk perjumpaan, beberapa yang lain memaknainya sebagai kebersamaan yang syahdu, beberapa yang lainnya lagi mengumpamakannya sebagai sinapsis-sinapsis dalam sistem jaringan syaraf. Identik tapi unik.

Dia adalah jutaan jiwa dalam satu tubuh. Jika kaki kita terantuk karang, tangan tak kuasa berdiam untuk meraihnya, mulut tak ambil pusing untuk menunjukkan ekspresi termanyun-manyun lalu mengaduh, mata tak tega untuk tidak menggenangkan sedihnya, dahi tak tertahan untuk tidak mengerutkan keprihatinan. Dalam ukhuwwah kita mencoba untuk merangkai lengkung rasa yang sama; senyum dengan senyum, cemberut dengan cemberut, dan yang luar biasa adalah cemberut dengan senyum.

Menyambungkan ukhuwwah berarti; melapangkan anugerah, memanjangkan asa hidup, membangun peradaban mulia di beragam dimensi –bahkan kelak hingga di dimensi keabadian, akhirat-. Ada yang mengangkat makna bahwa lubang jarum tidak terlalu sempit bagi mereka yang saling merangkai cinta dan bumi tidak cukup luas bagi yang saling merangkai murka, ada juga yang mengatakan bahwa ribuan teman masih terlalu sedikit dan satu musuh itu terlalu banyak. Dia bisa mengukirkan senyum kesembuhan dalam jengukan cinta, dia juga bisa menyambungkan harapan dan cita-cita.

Ukhuwwah. Lika-likunya selalu memancing tanda tanya, lalu terjawab ketika memahami bahwa warna jiwa setiap manusia itu berbeda. Ada yang selalu menuntut kehadiran jasad, ada yang beringsut jika tidak mendapatkan gandengan tangan, ada yang cemberut ketika tidak dianugerahi sapaan, ada yang cemburu ketika berpaling perhatian, ada yang merasa cukup dengan pernah berjumpa dan mengetahui nama, ada yang merasa puas dengan cukup mengagumi, ada yang merasa terpenuhi sekedar mendapatkan pertolongan. Dia memang tidak cukup dengan hanya memiliki berbagai data tentang individu, tapi juga menuntut kefahaman atas beragamnya warna jiwa, menagih uluran tangan, menyiapkan bahu untuk bertopang, dan menyediakan punggung untuk perlindungan.

Ukhuwwah memang unik. Kebersamaan yang dirajut bersama sekian lama seringkali nyaris hambar, namun kadang muncul berjuta rasa ketika selang waktu memisah. Langkah-langkah yang diangkat berderapan seringkali bernada sumbang, namun syahdu ketika tinggal kenang yang bertuah.

Dalam suatu episode guru peradaban kita yang agung –shalawat dan salam senantiasa tercurah baginya- pernah mengajarkan; “jikalau kamu mencintai saudaramu, beritahukanlah kepadanya”, di lain episode dia juga mengajarkan; “do’a kebaikan dari seseorang yang terlantun secara diam-diam dalam tulus untuk saudaranya adalah do’a yang akan dikabulkan”. Bahkan beliau juga pernah mengajarkan ada juga efek yang mengerikan ketika ukhuwwah kita bermasalah, kita terancam vonis ketidaksempurnaan iman ketika tidak mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri kita.

Tentangku sendiri, aku adalah satu dari sekian jumlah individu yang senang membangun ikatan namun tidak banyak kuasa untuk menciptakan kehadiran. Bukan orang yang getol mengirimi pertanyaan dan pernyataan seputar kabar. Bukan orang yang sigap menjawab dan menyikapi pertanyaan dan pernyataanmu. Seringkali hati masygul dan kewalahan ketika ada yang menuntut kebersamaan, seringkali juga sungkan untuk mampu menyatakan pertolongan. Ada khawatir dinilai tidak bersikap adil, ada juga khawatir ketika kamu menjadi repot atas ulah-ulahku. Hingga akhirnya ada dua kemampuan yang paling banyak aku latih dalam ukhuwwah, adalah kemampuan menghadirkan lengkung senyuman yang simetris dengan kerutan di sisi mata dan kemampuan untuk merubah kata “aku” menjadi “kami” dalam setiap bisikan lantun do’a-do’a. Dari situ aku hendak memberitahumu bahwa bagaimanapun ekspresi dan aktualisasi ukhuwwahku yang tidak pernah sesempurna guru-guru kita, aku selalu berusaha untuk melatih ketulusan membangun ukhuwwah bersamamu.

Kawan, teman, rekan, sahabat, saudara, saudari, keluarga. Kini mungkin walaupun dalam ragam warna rasa kita masih merangkai ukhuwwah, kebersamaan. Kelak dalam barzakh kita akan ditempatkan dalam kesendirian. Entah gelap atau terang, entah sempit atau lapang, masing-masing kita sendiri. Dan kelak akhirnya Jahannam dan Jannah akan membuat kebersamaan kita kembali terrangkumkan, memanen benih-benih ukhuwwah yang kita tanam semasa kefanaan. Semoga menara-menara cahaya di Jannah-lah tempat kita memanennya.

Yogyakarta, 26 Maret 2012

Inspirasi;
-          Al-Qur’aan Al-Kariim (Al-Anfaal : 63, Al-Hujuraat : 10-13)
-          Ahaadiitsu Rasuulillaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
-          Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah
-          http://www.oocities.org/rohim94/kreasi/ukhuwah.html

ORIGINAL POSTED BY IQBAL MUHARRAM
http://iqbalmuharraminspirer.blogspot.com/2012/03/eksplorasi-makna-ukhuwwah.html